Bosch Indonesia Ganti Pucuk Pimpinan Hingga Produksi ECU Mobil Share this
Berita Mobil
Mode baca

Bosch Indonesia Ganti Pucuk Pimpinan Hingga Produksi ECU Mobil

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 26 Juli 2017

Foto: ECU Bosch

JAKARTA - Andrew Powell menempati posisi jabatan sebagai Managing Director Bosch di Tanah Air.

Resmi bekerja mulai 1 Juli 2017, Andy Powell telah dipercaya oleh Bosch untuk menggantikan posisi Dr Ralf von Baer. Sebelumnya, Powell telah berkarir di Bosch Global sejak 1983 dan sukses membesarkan nama Bosch.

Di bawah komando yang baru, Bosch Indonesia tampak semakin semangat untuk membuktikan dominasinya di pasar otomotif Tanah Air. Ketika di bawah komando Dr Ralf von Baer pada 2016, Bosch Indonesia berhasil mencatatan penjualan sebesar Rp 1,2 triliun atau setara dengan 81 juta euro.

Angka tersebut berhasil menempatkan Bosch Asia Pasifik di belakang pasar terbesar yaitu Eropa. Sektor Mobility Solution atau otomotif memiliki peranan paling besar pada perolehan angka tersebut.

Guna menjawab tantangan masa depan, Powell akan segera melakukan berbagai gebrakan untuk pasar Indonesia. Gebrakan tersebut akan dimulai dari pembangunan pabrik baru Bosch seluas 8,2 hektar di Cikarang dan memulai produksi ECU untuk pasar domestik.

ECU ini diproduksi di pabrik Bosch Cikarang untuk memenuhi kebutuhan produsen otomotif yang merakit mobil di Indonesia. "Otak" pada mesin ini rencananya diproduksi mulai Maret 2018.

Proses produksi tersebut dilakukan tahun depan karena sedang menunggu kepastian dari Bosch Global dan persiapan pabrik baru di Cikarang. Jika semua fasilitas tersebut telah dipenuhi, ECU Bosch akan dapat digunakan oleh produsen mobil di Indonesia pada akhir 2018 atau awal 2019.

Bosch Indonesia Jajaran Managemen Bosch Indonesia (Foto: Amos Arya)

“Kami melihat peluang di Indonesia sangat besar. Kami sangat percaya diri bahwa kami akan terus berkembang untuk menunjukkan potensi pasar Indonesia,” tutur Andrew Powell, Managing Director PT Robert Bosch Indonesia.

Selain kedua proyek andalan tersebut, Bosch juga tetap akan mengembangkan fitur-fitur keselamatan yang telah diproduksi. ABS dan ESP menjadi fitur keselamatan yang akan terus dikembangkan guna mengurangi korban kecelakaan di Tanah Air.

Powell bersama dengan jajaran management Bosch Indonesia juga telah merancang berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas produk bagi pasar otomotif Indonesia. Strategi tersebut diyakini akan membuat pertumbuhan penjualan pada tahun ini meningkat hingga 5 persen.

Kinerja bisnis kami di Indonesia tercatat mengalami perkembangan yang stabil. Meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia memberi peluang bagi bisnis kami untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang. Kemampuan daya beli yang tinggi akan mendorong timbulnya permintaan terhadap teknologi lebih canggih untuk meningkatkan kualitas hidup,” tutup Powell. [Amo/Ikh]


Komentar