BMW Indonesia Catat Rekor Penjualan Terbanyak Sepanjang Sejarah Share this
Berita Mobil
Mode baca

BMW Indonesia Catat Rekor Penjualan Terbanyak Sepanjang Sejarah

Denny Basudewa
pada 19 Januari 2018

Foto: Karen Lim President Director BMW Indonesia

JAKARTA – BMW Group Indonesia mencatatkan penjualan terbesar sepanjang sejarah mereka di Tanah Air.

2017 merupakan tahun gemilang bagi BMW Group Indonesia. Bagaimana tidak, sejak memulai perjalanan dalam memasarkan mobil sejak 2001, mereka membukukan rekor penjualan tertinggi dengan berhasil memasarkan 3.353 unit kendaraan dalam satu tahun atau meningkat 17 persen.

Hasil membanggakan ini terbagi dua yang terdiri dari 2.800 merek BMW, sementara MINI terjual sebanyak 553 unit. Dimana penjualan BMW meningkat 12 persen dan MINI 49 persen.

“BMW Group Indonesia catatkan pertumbuhan penjualan di tengah perlambatan industri otomotif Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa brand BMW dan MINI, baik produk maupun ragam layanan kami telah memenangkan hati pelanggan Indonesia yang terus bertambah,” kata Karen Lim, Presiden Direktur BMW Group Indonesia.

BMW Seri 3 terus memimpin dalam hal penjualan, dengan penjualan sebesar 915 unit. Menyusul setelahnya adalah BMW X1, sebagai SAV kompak premium dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan, keluarga BMW X terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan penjualan meningkat 21persen. Keberhasilan lainnya juga dicapai oleh BMW Seri 7, dengan total penjualan dua kali lipat dari total penjualan tahun lalu.

Pertumbuhan berkelanjutan BMW Group mencerminkan peningkatan respon positif dari masyarakat di Tanah Air. Sekaligus memperlihatkan komitmen BMW Group Indonesia, untuk selalu memposisikan masing-masing model barunya, dengan penekanan kuat pada kualitas dan teknologi inovatif, dilengkapi jaminan kenyamanan dan fungsionalitas.

“Semua faktor tersebut bersatu dalam harmoni yang sempurna untuk menghadirkan produk terbaik yang tak tertandingi bagi para pelanggan kami,” tutup Karen. [Dew/Ari]


Komentar