Blue Bird Disebut Tertarik Jadikan Toyota Prius PHEV Taksi Share this
Berita Mobil
Mode baca

Blue Bird Disebut Tertarik Jadikan Toyota Prius PHEV Taksi

Insan Akbar
pada 29 Oktober 2019

JAKARTA - Toyota Prius PHEV belum meluncur di Indonesia, tapi sudah ada pihak yang tertarik menjadikannya armada taksi. Operator taksi tersebut, menurut salah satu eksekutif Auto2000 Jakarta, adalah Blue Bird.

Toyota beberapa waktu telah membocorkan rencana meluncurkan Prius PHEV di Indonesia dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Jika semuanya lancar, seremoni peluncuran bakal terjadi tahun ini juga, antara November atau Desember.

Sekadar menginformasikan, PHEV atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) adalah pengembangan dari mobil hybrid biasa yang memadukan mesin konvensional dengan sistem penggerak berbasis baterai dan motor listrik. Jika baterai listrik pada mobil hybrid biasa mendapat pasokan daya hanya dari mesin, di PHEV baterai bisa mendapat tenaga dari mesin maupun sumber listrik eksternal.

Auto2000, jaringan dealer terbesar Toyota di Tanah Air, mengaku cukup menunggu-nunggu produk ini. Mereka mengatakan Prius PHEV sebagai ‘salah satu produk yang ingin didorong’.

Sejauh ini sudah ada satu perusahaan transportasi, khususnya operator taksi, yang tertarik menggunakannya. Korporasi tersebut berminat menjadikan model itu sebagai armada mulai tahun depan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan ada pertemuan untuk membahas Prius PHEV. Kami coba di pasar mobil transportasi. Jadi, kalau memang berhasil, Prius PHEV akan dipakai sebagai salah satu armada alternatif. Tahun depan sudah ada perusahaan transportasi publik yang berminat menggunakan Prius PHEV untuk armada mereka. Ini baru wacana, sih,” papar Riki Rusdianto, Koordinator Kepala Cabang Dealer DKI Jakarta Auto2000 menanggapi pertanyaan Otospirit.com pada akhir pekan lalu di Jakarta.

Riki awalnya tidak menyebut nama operator taksi yang ia maksud. Namun, ketika disebutkan nama Blue Bird, ia mengakuinya.

“Iya, Blue Bird,” tukasnya.

Blue Bird memang paling getol menggunakan armada mobil listrik dibandingkan operator taksi lain. Mereka sejauh ini sudah menggunakan dua model mobil listrik murni dan Tesla dan BYD.

“Angkutan umum plat kuning dari awal bisa dapat insentif. Seperti sekarang dilakukan Blue Bird untuk masukkan Tesla dan BYD itu kan bisa langsung dapat insentif pajak,” ujar Riki menjelaskan.

Saat diwawancarai dalam kesempatan berbeda, Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) telah memberi kisi-kisi bahwa konsumen utama yang menjadi incaran di masa awal kehadiran Prius PHEV kelak adalah fleet. Namun, ketika itu ia belum membeberkan rencana menjadikannya armada taksi.

“Ide awalnya kalau memasukkan PHEV memang mungkin masuknya ke konsumen fleet dulu yang lebih siap untuk menggunakannya. Sejauh ini kalau kami lihat yang paling banyak animonya sih fleet,” tandasnya menjawab pertanyaan Otospirit.com di Bedugul, Bali beberapa waktu lalu. [Xan/Idr]


Komentar