Blue Bird dan MRT Jakarta Jalin Kerjasama Share this
Berita Mobil
Mode baca

Blue Bird dan MRT Jakarta Jalin Kerjasama

Adi Hidayat
pada 04 Juli 2019

JAKARTA – PT Mora Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan PT Blue Bird Tbk bekerja sama untuk melakukan penelitian terkait pengembangan layanan transportasi terintegrasi.

Dalam kerjasama ini, MRT Jakarta dan Bluebird akan melakukan kerjasama di empat poin utama yaitu

1. Melakukan studi skema pick up dan drop off taksi bagi pelanggan MRT Jakarta untuk mengurangi kemacetan dan memberikan solusi untuk optimalisasi antara kebutuhan penumpang dan ketersediaan taksi Bluebird;

2. Melakukan studi skema kerjasama konektivitas last mile & first mile bagi pelanggan MRT Jakarta dan Bluebird, termasuk tempat tunggu bagi Pelanggan Bluebird sebagai tempat drop off dan pick up Taksi dari dan/atau ke stasiun MRT Jakarta;

3. Melakukan studi skema layanan transportasi terintegrasi (Multi Moda) dengan pihak lain secara menyeluruh sebagai salah satu bagian dari ekosistem transportasi di Indonesia;

4. Melakukan studi skema penjualan tiket MRT Jakarta melalui program-program seperti aplikasi dan kanal lain yang dimiliki MRT Jakarta dan Bluebird.

Diharapkan dengan kerjasama ini, layanan transportasi khususnya bagi penggua MRT Jakarta dapat meningkat lebih baik.

“Kami yakin dengan kompetensi kedua belah pihak sebagai penyedia transportasi yang aman, nyaman dan efisien, kerjasama ini akan melengkapi konektivitas dan akses dari layanan jasa masing-masing sebagai transportasi terintegrasi,” ungkap Noni Sri Ayati Purnomo, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk.  

Menariknya, melalui Nota Kesepahaman ini dapat dilakukan studi skema layanan transportasi dengan moda transportasi lain di luar MRT Jakarta dan Bluebird. Nota Kesepahaman ini rencananya akan berlaku selama enam bulan sejak penandatanganan dilakukan.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan agar kedua belah pihak bersama-sama menjajaki rencana studi terkait dengan pengembangan layanan transportasi terintegrasi untuk konektivitas first and last mile menuju layanan MRT Jakarta. Misalnya, dengan membangun tempat tunggu atau tempat menaikkan dan menurunkan penumpang di area sekitar stasiun,” ungkap William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta. [Adi/Idr]

 


Komentar