Bisnis Otomotif Grup Astra Masih ‘Cuan’ di Awal Corona Share this
Berita Mobil
Mode baca

Bisnis Otomotif Grup Astra Masih ‘Cuan’ di Awal Corona

Insan Akbar
pada 29 April 2020

JAKARTA – PT Astra International (Grup) memperlihatkan kondisi keuangan yang solid di sektor bisnis otomotif pada masa awal pandemi virus Corona. Meski penjualan mobil dan sepedamotor mereka pada Januari – Maret 2020 turun, laba bersih masih bisa naik tipis.

Seperti diketahui, virus Corona atau Covid-19 diketahui masuk Indonesia saat pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Sejak itu, pasar melesu sampai-sampai Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil 2020 menjadi 600 ribu unit, turun 40 persen ketimbang 2019.

Penjualan mobil Grup Astra juga turun. Berdasarakan Laporan Keuangan Kuartal I 2020 yang didapat Otospirit.com, transaksi jual – beli mobil merek-merek yang ditangani Grup turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year), menjadi 130 ribu unit.

Adapun pasar mobil total turun 7 persen year on year menjadi 237 ribu unit. Pangsa pasar Grup Astra pun membesar, dari 53 persen menjadi 55 persen.

Sebagai informasi, ada enam merek mobil yang penjualannya dibawahi oleh grup. Mereka adalah Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, BMW, serta Hino.

Sementara itu, penjualan motor Grup Astra lewat merek Honda juga turun 5 persen year on year, menjadi 1,2 juta unit. Pasar motor nasional sendiri turun 7 persen, menjadi 1,6 juta unit sehingga penguasaan Grup Astra membesar dari 76 persen menjadi 77 persen.

Adapun bisnis komponen Grup Astra lewat PT. Astra Otopartis (AOP) juta menunjukkan catatan kurang baik. Pasalnya, terdapat penurunan laba bersih 28 persen menjadi Rp 115 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen pasar pabrikan otomotif (OEM/orginal equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Meski terdapat catatan negatif pada penjualan kendaraan maupun laba bersih AOP, laba bersih Grup Astra dari bisnis otomotif masih meningkat 1 persen menjadi Rp 1,9 triliun. Ini utamanya disebabkan oleh peningkatan margin operasi dan keuntungan translasi mata uang asing, yang sebagian diimbangi oleh penurunan penjualan otomotif.

“Karena dampak pandemi COVID-19 telah bertambah berat dan telah diterapkannya tindakan-tindakan pembatasan untuk menanggulangi pandemi tersebut, kondisi yang dihadapi semakin sulit dan memberikan dampak yang semakin besar terhadap kinerja Grup Astra pada bulan April. Kondisi ini kemungkinan akan bertahan selama beberapa waktu. Meskipun demikian, Grup Astra memiliki posisi keuangan yang kuat, yang memungkinkan untuk memitigasi risiko yang dihadapi dalam situasi yang semakin menantang ini,” kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra. [Xan/Idr]


Komentar