"Banyak Pengendara Muda Tak Sadar Bahaya Mengemudi" Share this
Tips
Mode baca

"Banyak Pengendara Muda Tak Sadar Bahaya Mengemudi"

Muhammad Ikhsan
pada 05 Oktober 2017

Foto: Seorang model berada di balik kemudi (Foto: Amos)

JAKARTA - Tingkat kecelakaan lalu lintas melibatkan pelajar dan mahasiswa cukup tinggi. Mengetahui lakalantas yang melibatkan pengendara muda relatif tinggi, pemerintah harus lebih aktif mengedukasi masyarakat.

Salah satunya dalam acara Michelin Safety Academy 2017 dilaksanakan PT Michelin Indonesia. Dalam agenda itu menegaskan bahwa pengemudi muda harus mengetahui bagaimana cara tertib mengemudi dan menjaga emosi agar tidak terjadi kesalahan.

Umumnya banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Pengemudi muda tidak memahami aturan berlalu lintas yang dampaknya bisa

merugikan jiwanya sendiri dan orang lain.

Fitra Eri, sebagai pelatih dalam MSA 2017 menjelaskan, ada dua fokus utama untuk pengendara muda yang telah memiliki SIM A atau C.

Hal pertama adalah ketahui tingkat emosi dalam diri sendiri. Dan yang kedua sangat tidak disarankan untuk terburu-buru dalam berkendara atau mengontrol emosi ketika

berkendara.'

"Pengemudi muda harus bisa meredam emosi. Hal ini perlu karena anak muda akan berpikir lebih dari sekali jika tahu konsekuensinya. Tidak banyak yang sadar mobil adalah kumpulan besi yang dapat bergerak 100 kpj dan bisa mengalami kecelakaan. Dan paling penting bagaimana mengontrol emosi di jalan seperti tidak terburu-buru," tegas Fitra.

Menurut pembalap nasional itu, para pengemudi usia remaja tergolong penting untuk melakukan persiapan atau manajemen mental agar terhindari dari hal-hal yang tidak

diinginkan dan dapat meningkatkan kecelakaan lalu lintas.

Data dari Korlantas Mabes Polri, lakalantas sejak Januari-Mei 2017 sebanyak 37.204 kejadian. Kecelakaan itu sendiri didominasi pelajar dan mahasiswa usia produktif 15

-24 tahun sebanyak 24.023 jiwa.

Orang tua sendiri memiliki tanggung jawab untuk keselamatan anaknya. Setidaknya saat berada di dalam rumah, mereka mendapatkan edukasi betapa pentingnya mengikuti

aturan berlalu lintas mulai tidak baik main gadget sembari mengemudi, balapan liar, mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan dan sebagainya. [Ikh]


Komentar