Google Kembangkan Sistem Pencari Nomor Telepon

Google
Google di China

SHANGHAI – Google mengembangkan sistem prototipe baru untuk para penggunanya di China.

Sistem baru yang dikembangkan oleh Google merupakan layanan pencari nomor telepon pribadi. Adapun service ini akan mengikuti aturan dari Pemerintah setempat. Melalui kasus pengungkapan sebuah rahasia besar baru-baru ini di Tiongkok, Google menunjukkan bahwa sistemnya mampu melacak pemilik nomor telepon dengan mudah.

Melalui aplikasi Dragonfly pada platform Android, sistem baru yang dikembangkan oleh Google ini tentunya akan menimbulkan masalah di masa depan. Para pejuang hak asasi manusia adalah salah satu pihak yang akan protes keras akan adanya aplikasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada satu pihak Google yang mau mengonfirmasi kebenaran kabar ini. Bahkan sebagian besar narasumber menolak mengomentari aplikasi tersebut. Sebelumnya dikatakan bahwa sistem tersebut hanya diuji coba namun tidak akan diluncurkan di negeri Tirai Bambu.

Lebih jauh mengenai Dragonfly sendiri mendapat penolakan dari dalam tubuh Google. Disebutkan bahwa 1.400 karyawan mereka telah menandatangani surat petisi. Adapun isinya adalah tuntutan akan keterbukaan proyek ini.

“Kongres memiliki tanggung jawab untuk memastikan perusahaan-perusahaan Amerika, tidak melanggengkan pelanggaran hak asasi manusia di luar negeri,” ucap perwakilan Kongres.

Dragonfly telah menimbulkan cukup banyak kontroversi di dalam Google sendiri. Jack Poulson selaku ilmuwan peneliti senior Google mengundurkan diri, karena tidak setuju akan keputusan hadirnya pelacak nomor telepon pribadi di China. Tercatat sudah lima orang karyawan memutuskan untuk berhenti dengan masalah yang sama. [Dew/Ari]