FIFGroup Perkuat Pembiayaan Berbasis Teknologi Finansial di 2019

FIFGroup ingin memperkuat pembiayaan berbasis teknologi finansial pada 2019. salah satunya lewat PT. Astra WeLab Digital Astra (AWDA) yang sudah dibentuk pada semester kedua 2018

JAKARTA – Federal International Finance (FIFGroup) berencana memperkuat pembiayaan berbasis teknologi finansial (financial technology/fintech) pada 2019. Sayangnya, hal itu nantinya masih diterapkan untuk pembiayaan non-otomotif.

Seperti diketahui, FIFGroup merupakan anak perusahaan PT. Astra International (Grup Astra). Mereka dibentuk untuk menyokong penuh pembiayaan sepeda motor Honda di Indonesia.

Sutjahja Nugroho, Direktur Human Capital, General Service, and Corporate Communication FIFGroup menjelaskan bahwa pengembangan teknologi finansial merupakan salah satu persiapan menghadapi tahun politik. FIFGroup merasa perlu mengembangkan layanan pembiayaan di sektor lain untuk berjaga-jaga jika pasar sepeda motor tahun depan terpengaruh oleh pemilihan umum legislatif maupun presiden pada 2019.

“Porsi pembiayaan sepeda motor itu masih jauh lebih besar (dibandingkan pembiayaan non-otomotif). Spectra (pembiayaan multi guna) itu cuma makan sekitar 10 – 12 persen. selebihnya pembiayaan sepeda motor,” ujar Sutjahja Nugroho yang akrab disapa Nunu.

Pembiayaan Online Hingga Uang Digital
Pengembangan bisnis teknologi finansial dilakukan lewat beragam cara, mulai dari pembiayaan online sampai dengan uang digital. Pembiayaan online dilakukan melalui perusahaan patungan (joint venture) PT. Astra WeLab Digital Arta (AWDA) yang dibangun oleh Grup Astra bersama WeLab Hong Kong pada semester kedua 2018.

“Perusahaan itu dalam koordinasi FIFGroup,” terang Nunu.

Kemudian, ada pula rencana membentuk perusahaan yang bergerak di bidang uang digital. Nunu belum mau berbicara banyak mengenainya.

“Kemudian kami juga membangun semacam platform untuk marketplace. Semua ini lebih ke arah pendekatan baru… Kebanyakan masyarakat kita sekarang, kan, kaum milenial dan mereka lebih suka bertransaksi lewat digital,” tandasnya lagi.

Kendati begitu, pengembangan bisnis teknologi finansial FIFGroup masih ditujukan untuk membantu pembiayaan non-otomotif seperti barang-barang elektronik. Menurut Nunu, hingga kini belum ada pemikiran atau penjajakan mengaplikasikannya ke pembiayaan sepeda motor.

“Kami akan lihat dulu. Kan, enggak bisa kami menerbitkan sesuatu tapi belum tahu pasar butuh atau enggak. Sampai saat ini, seberapa besar sih pembiayaan sepeda motor dan mobil bisa dilakukan pembiayaan lewat teknologi finansial?,” paparnya. [Xan/Ari]