Bentley Banting Setir, Fokus ke Teknologi Hybrid

Bentley
Bentley Continental GT

CREWE – Bentley terpaksa tidak memproduksi model baru dalam waktu dekat akibat turunnya peminat di segmen sports car. Dan mereka akan fokus ke teknologi hybrid mengikuti perkembangan pasar.

Adrian Hallmark yang kini menjabat sebagai Chief Executive dan Chairman baru di Bentley Motors membuat sebuah pernyataan cukup mengejutkan. Pria berusia 55 tahun ini baru menjabat selama 10 bulan menggantikan Wolfgang Durheimer.

“Saya tidak akan berkomentar mengenai keputusan kami untuk model baru kedepannya. Tetapi saya akan memberitau kalian bahwa kami tidak akan memproduksi model baru di segmen sports car,” tutur Adrian Hallmark.

Segmen sports car sendiri diklaim sangat rentan dan tidak stabil karena setiap saat penjualan mobil-mobil berperforma ini bisa turun 50-60 persen dalam waktu singkat. Berbeda dengan segmen lain yang cepat kembali ke posisi terbaiknya, segmen sports car diakui sangat susah untuk dapat berkembang.

Data tersebut didapat Adrian Hallmark untuk pasar global, terlebih di China. Produsen mobil berperforma asal Inggris ini memang sempat berencana untuk berinvestasi di Negara Tirai Bambu ini.

“Jika anda melihat sejarah dan rata-rata usia pembeli sports car, anda akan melihat bahwa segmen ini sangat berat. Di China milioner berusia 30-40an tahun sangat banyak, tetapi mereka tidak main tenis, bola atau menyanyi. Mereka menggunakan SUV atau limousine, jadi segmen sports car sangat tidak benefit jika kami ekspansi ke China,” tambah Hallmark.

Dengan melihat perkembangan tersebut, Bentley mengalihkan fokusnya untuk memproduksi kendaraan hybrid. Perkembangan kendaraan hybrid dinilai lebih menjanjikan, meski Bentley belum menjanjikan apa pun di segmen ini.

“Porsche berhasil membuat produk yang sangat menarik dengan menggunakan teknologi hybrid. Panamera Hybrid merupakan produk terbaik saat ini. Kami akan membuat sebuah produk yang akan menyaingi sports car hybrid tersebut,” tambah Hallmark.

Adrian Hallmark melihat kurang lebih 37 persen pemilik Bentley sedang mempertimbangkan untuk membeli BEV (Battery Electric Vehicle). Uniknya, para konsumen juga ingin sports car hybrid tersebut tetap memiliki suspensi bagus, berperforma, konektivitas dan craftmanship terbaik. [Amo/Ari]