4 Model MPV Belum Bisa Tutup “Dosa” Nissan

Nissan Grand Livina
Nissan Grand Livina

JAKARTA – Dengan empat model MPV (Elgrand, Grand Livina, Evalia dan Serena), Nissan tidak menikmati manisnya pasar otomotif Indonesia beberapa tahun terakhir.

Seharusnya, empat model tersebut bisa membawa keuntungan besar bagi Nissan, mengingat Indonesia adalah “negaranya MPV”.

Kondisi pasar otomotif secara nasional, khususnya mobil MPV masih seksi. Tapi nyatanya Nissan Motor Indonesia (NMI) sepanjang 2017 tak tepat strategi, sehingga produknya kurang diterima oleh pasar di tengah ketatnya persaingan MPV.

Dalam data Gaikindo (wholesale) Januari-Oktober 2017, distribusi keempat MPV Nissan dari pabrik ke dealer tidak menunjukkan angka baik. Untuk Nissan Elgrand hanya 54 unit, Grand Livina (5.664 unit), Evalia (17 unit), Serena (1.192) dengan total 6.927 unit.

Bila melihat dari tahun sebelumnya, atau 2016, dengan periode sama, Nissan Elgrand terdistribusi sebanyak 62 unit, Grand Livina 4.856 unit, Evalia 541 unit dan Serena 1.025 unit dengan total 6.484 unit.

Artinya distribusi tahun ini masih lebih besar dari tahun lalu. Namun jika ditelaah, paling mencolok adalah penurunan distribusi Nissan Grand Livina tahun ini dari satu tahun sebelumnya. Sebagai MPV terlaris Nissan seharusnya model ini bisa menjaga market share Nissan di dalam negeri, tetapi nyatanya tak sanggup menopang gempuran para pesaingnya.

Data menjelaskan, wholesale tertinggi MPV 7-seater tersebut hanya pada Februari 2017 yaitu sebesar 943 unit. Hal ini dirasa wajar karena dalam sejarahnya, Nissan Grand Livina belum mengalami penyegaran secara signifikan sejak 2007 hingga kini, sementara pesaingnya menelurkan model-model yang lebih kompetitif di pasar.

Sementara Nissan Evalia, diluncurkan pada Juni 2012 juga tidak terlalu menonjol di pasaran. Target penjualan sebanyak 2.000 unit per bulan untuk Evalia hanya menjadi mimpi NMI.

Apakah ini dosa Nissan karena tidak punya model MPV yang secara khusus dikembangkan dan dijual Indonesia?

Menyikapi pertanyaan ini, Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President, Head of Operations Committe, Asia & Ocenia Nissan Motor Corporation menjelaskan, bahwa pihaknya sadar jika beberapa tahun terakhir Nissan agak “vakum” untuk model-model MPV terlaris.

Namun menurutnya, ini bersifat sementara. Sebab NMI sudah memiliki strategi besar untuk pasar Indonesia di masa depan, termasuk aliansi Nissan-Mitsubishi.

Yutaka Sanada
Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President, Head of Operations Committe, Asia & Ocenia Nissan Motor Corporation

“Pada intinya kami sangat sadar bahwa MPV (di Indonesia) sangat penting. Dengan adanya perkembangan aliansi yang Nissan memiliki, perencana untuk memanfaatkan nilai strategi dari aliansi itu cukup besar. Tapi untuk ditekankan Nissan bukan Mitsubishi. Kami punya identitas untuk menjaga diferensiasi di pasar,” kata Sanada-san di Jakarta.

Ucapan Sanada cukup jelas, bahwa NMI akan fokus ke segmen multi purpose vehicle (MPV) dengan memanfaatkan perusahaan aliansi. Jika ini benar, maka MPV yang menjadi andalannya yaitu rebadge Mitsubishi Xpander akan terwujud.

Dan bila strateginya tepat, bukan tidak mungkin Nissan akan mengulang kesuksesannya di segmen MPV seperti saat kemunculan perdana Nissan Grand Livina. [Ikh]