Asal Usul Penggunaan Setir kanan dan Kiri Share this
Berita Mobil
Mode baca

Asal Usul Penggunaan Setir kanan dan Kiri

Denny Basudewa
pada 13 Maret 2018

Foto: Pengemudi wanita di sisi sebelah kiri

LOS ANGELES – Kenali makna sebenarnya aturan tiap negara, dalam memberlakukan setir kanan atau kiri pada kendaraan.

Di Indonesia kita sudah terbiasa dengan aturan berjalan di sebelah kiri. Hal ini juga berlaku bagi pengguna kendaraan di Tanah Air. Namun aturan ini jelas berbeda di luar negeri. Contohnya di Amerika Serikat yang memberlakukan aturan berjalan di sebelah kanan.

Hal ini sebenarnya membingungkan buat sebagian orang. Kenapa tidak semua negara memberlakukan aturan yang serupa? Toh nantinya aturan nan serempak akan meningkatkan efisiensi terutama manufaktur mobil.

Ternyata jika melihat jauh ke belakang, aturan tersebut di atas telah dijalankan sejak 6 ribu tahun silam pada era Kerajaan Roma berkuasa. Kala itu, sebagian besar jalan dibuat oleh mereka, sehingga aturan yang dipakai berdasarkan titah dari kerajaan Roma.

Pada awalnya, semua orang harus berjalan dari sisi sebelah kiri. Hal ini berkaitan dengan orang-orang yang dominan pengguna tangan kanan. Lebih dari itu, dilihat juga dari kebiasaan menaiki kuda dari sebelah kiri.

Namun beberapa puluh tahun setelahnya, aturan tersebut diacak-acak oleh seorang Napoleon. Dirinya menganggap berjalan yang paling baik adalah di sisi sebelah kanan. Namun aturan dari Napoleon tidak sepenuhnya dipenuhi, setidaknya oleh Inggris.

Inggris dan Perancis membuat koloni yang menganut aturan berjalan dan berkendara di sisi sebelah kiri. Sementara Amerika Serikat, Jerman dan beberapa negara lainnya memilih sebaliknya. Negara Paman Sam tersebut memilih jalan yang berbeda dengan Inggris meskipun keduanya merupakan satu koloni. [Dew/Ari]


Komentar