Arya Rafi, Bintang Baru ITCC Punya Ambisi Go International Share this
Balap Lain
Mode baca

Arya Rafi, Bintang Baru ITCC Punya Ambisi Go International

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 22 Juli 2018

Jakarta - Arya Rafi, pembalap junior yang muncul ke permukaan sejak digelarnya balap Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 2018. Dua podium juga sudah berhasil diraih bocah 16 tahun ini saat berkompetisi bersama Toyota Yaris di kelas 1.600 cc.

Ajang ITCC 2018 selalu menampilkan kejutan dan pembalap potensial seperti Rafi. Jika di seri pertama Ia menjadi runner-up, maka di seri kedua dia berhasil memperbaiki performanya sebagai peraih juara pertama di kategori tersebut. Bisa dibilang prestasi  gemilang dari seorang remaja dengan tuntutan belajar yang tinggi sebagai siswa kelas 3 SMA.

Prestasi tersebut tak diraih dengan mudah. Sejak menekuni balapan pada 2016, empat seri awal dilakoninya tanpa juara. Pengangum Mad Mike, drifter internasional itu pun sadar bahwa Ia harus menajamkan skill serta menambah jam terbang lebih banyak.  Selain menjalani latihan rutin di Sirkuit Sentul, Bogor-Jawa Barat tiap pekan, Rafi juga selalu belajar dari senior.

Pengguna nomor start 66 ini mengatakan momen kebangkitannya adalah semangat dari keluarga. Anak kedua pasangan Arief Nasrudin dan Lya Arief ini percaya bahwa kesuksesan adalah perjalanan dari proses dan usaha tak akan mengkhianati hasil.

"Akhirnya pada 2017 saya meraih podium dua di kelas Honda Brio Speed Chalenge untuk kategori pebalap promosi. Hasil itu ibarat pijakan saya untuk terus mendapatkan hasil terbaik," kenang Rafi di Jakarta, akhir pekan ini (22/7)

Rafi tidak ingin cepat puas dengan prestasi sekarang. Masih banyak ajang balap yang ingin diikuti pembalap tim Monza Motorsport Cibubur ini. Tidak hanya ingin sukses di dalam, Rafi juga punya misi untuk berkompetisi di tingkatan lebih tinggi lagi.

"Target saya bisa mengikuti balapan dan jadi juara di kejuaraan luar negeri," ujar Rafi optimistis.

Antara balap dan sekolah

Rafi kini masih berstatus pelajar kelas tiga di SMA Labschool Cibubur. Kegiatan balapan dan sekolah yang dilakoninya bersamaan sering membuatnya kurang fokus. Di satu sisi, dia mencoba mendulang prestasi akademik di sekolah. Tapi, di sisi lain ingin meraih cita-citanya sebagai pebalap nasional bahkan internasional.

"Sejauh ini saya bisa bagi waktu antara latihan balap dan sekolah. Apalagi, orang tua sangat mendukung hobi ini. Saya makin bersemangat," katanya.

Orang tua anak muda kelahiran Jakarta, 6 September 2001 ini memang sangat mendukung. Pertimbangannya, daripada kebut-kebutan di jalanan dan membahayakan keselamatan dirinya maupun orang lain, lebih baik disalurkan di sirkuit.

"Sekaligus saya ingin berpesan kepada kawan-kawan yang suka kebut-kebutan di jalanan, lebih baik adu kebut di sirkuit sekaligus bisa mengukur kemampuan kita," tutup Rafi. [Ary/Ari]


Komentar