Amankah Pakai Helm Full-Face Plus Masker? Share this
Berita Motor
Mode baca

Amankah Pakai Helm Full-Face Plus Masker?

Denny Basudewa
pada 03 Juni 2020

Foto: helm full face

JAKARTA – Masker (pelindung muka) menjadi salah satu syarat dalam menjalani kehidupan di era new normal. Selama vaksin untuk menyembuhkan virus corona, masker diperlukan semua orang yang beraktivitas di mana saja.

Selain masker, orang-orang juga wajib menjaga jarak satu sama lain dan menjalankan gaya hidup bersih agar tidak terpapar virus tersebut.

Masker sendiri terbagi dalam dua jenis yakni untuk keperluan medis dan sehari-hari. Masker berbahan kain dianjurkan untuk warga yang sehat dan harus ke luar rumah. Hal ini dilakukan agar para tenaga medis maupun pasien tidak kekurangan persediaan masker.

Lalu bagaimana dengan para bikers yang sehari-hari menggunakan sepedamotor dalam beraktivitas. Terutama bagi para bikers yang menggunakan helm full face, apakah mereka tetap harus menggunakan masker guna mencegah covid-19?

Beberapa orang yang terbiasa menggunakan helm full face, kerap menambahkan dengan balaclava. Hal ini dilakukan dengan beberapa alasan seperti mencegah timbulnya jamur akibat keringat dan dan beberapa masalah lainnya.

Pada dasarnya helm helm full face menyediakan lubang udara dengan fungsi sebagai ventilasi udara. Lubang tersebut di tempatkan di beberapa bagian helm, agar mampu memberikan rasa nyaman saat berkendara di cuaca yang terik.

Lubang udara inilah yang disebut-sebut berpotensi menularkan virus covid-19. Seperti diketahui bahwa salah satu cara penularan virus corona adalah melalui droplet. Ketika berkendara di jalan raya, potensi penyebaran virus sangat besar sehingga penggunaan masker diperlukan.

Namun masker yang digunakan di dalam helm full face sangat disarankan berbahan kain. Menggunakan masker bedah N95 dikatakan dapat membahayakan nyawa para bikers dengan helm full face.

“Masker bedah akan menghalangi jalur masuknya udara ke dalam tubuh. Ketika Anda berkendara dengan kecepatan tinggi, maka adrenalin akan meningkat. Kemudian adrenalin akan menyebabkan detak jantung meningkat cepat,” ujar Dr Tommy Lim seperti dikutip Rideapart.com.

Ia menjelaskan jika pengendara bernafas dengan cepat, sementara udara yang masuk terhalang oleh masker, maka jantung akan bekerja ekstra keras. Selanjutnya otak semakin menderita karena kekurangan suplai oksigen hingga akhirnya pingsan. [Dew/Idr]


Komentar