Aliansi Toyota dan Suzuki Bidik Mobil Compact Otonom Share this
Berita Mobil
Mode baca

Aliansi Toyota dan Suzuki Bidik Mobil Compact Otonom

Denny Basudewa
pada 29 Agustus 2019

Foto: Toyota dan Suzuki

HAMAMATSU – Toyota dan Suzuki mengumumkan bahwa keduanya beraliansi dalam mengembangkan bidang baru di dunia otomotif, maupun kendaraan otonom.

Dikatakan bahwa kedua belah pihak telah ‘main mata’ sejak 12 Oktober 2016. Lalu pada 20 Maret 2019, mereka mengumumkan untuk terlibat dalam pengembangan produk bersama dan berkolaborasi dam produksi.

Kekuatan Toyota dalam hal teknologi elektrifikasi, digabungkan dengan kekuatan Suzuki dalam teknologi membuat kendaraan kecil (compact), akan menambah kekuatan mereka di pasar otomotif dunia. Meskipun berkolaborasi dalam berbisnis, namun dikatakan mereka tetap bersaing di pasar.

Secara khusus, kedua perusahaan akan membangun dan mempromosikan kolborasi bidang baru. Aliansi modal merupakan konfirmasi kedua pihak dalam mengembangkan bisnis baru yang akan mereka tuju.

Baik Toyota maupun Suzuki akan mengakuisisi saham satu sama lain. Toyota berencana untuk mengakuisisi 4.94 persen saham Suzuki senilai Rp 12.9 miilar. Sebaliknya Suzuki akan mengakuisisi 0.2 persen saham Toyota senilai Rp 6.4 miliar. Akuisisi saham sendiri baru akan dilakukan setalah mendapat restu dari otoritas persaingan asing.

Kolaborasi antar pabrikan belakangan kerap dilakukan guna memangkas biaya pengembangan dan pembuatan teknologi baru. Hal ini telah lebih dulu dilakukan oleh Volkswagen AG dan Ford dalam mengembangkan kendaraan listrik dan otonom.

Aliansi yang cukup populer di dunia otomotif dilakukan oleh Nissan dengan Renault dan Mitsubishi. Ketiga pabrikan mobil tersebut mulai menghadirkan inovasi-inovasi di dunia otomotif. Di Indonesia, Mitsubishi berbagi platform dengan Nissan dalam menghadirkan Low MPV nan favorit di Tanah Air. [Dew/Idr]


Komentar