Terindikasi Korupsi, Pemerintah Pusat China Hentikan Subsidi Mobil Listrik Share this
Berita Mobil
Mode baca

Terindikasi Korupsi, Pemerintah Pusat China Hentikan Subsidi Mobil Listrik

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 26 Desember 2017

Foto: NIO ES8

BEIJING - Karena terindikasi Korupsi, Pemerintah China berencana untuk menghentikan subsidi bagi mobil listrik ramah lingkungan di tahun depan.

China menjadi salah satu negara yang memiliki populasi mobil listrik terbesar di dunia. Sejak 2015, konsumen di China telah menggunakan beragam mobil listrik dari berbagai produsen mobil dunia.

Di negara Tirai Bambu ini, mobil listrik dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau karena mendapatkan subsidi dari pemerintah. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah China guna menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Namun setelah 2 tahun program subsidi tersebut berjalan, Menteri Ekonomi China menemukan sebuah kejanggalan. Terjadi distorsi dalam neraca keuangan negara yang berdampak pada kondisi ekonomi negara.

Program subsidi tersebut sebenarnya hanya diberikan kepada mobil-mobil ramah lingkungan yang mampu menempuh jarak kurang lebih 250 km dalam sekali pengisian daya listrik. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 44.000 yuan atau setara dengan Rp 90 juta terhadap setiap unit mobil listrik.

Namun ternyata pemerintah lokal tidak memberikan subsidi tersebut kepada konsumen di berbagai wilayah China. Pemerintah setempat hanya memberikan subsidi kepada konsumen kurang dari 50 persen dari total biaya yang ada pada program tersebut.

Wajar apabila harga mobil listrik di setiap wilayah China berbeda-beda dan hal tersebut mendapatkan perhatian dari para produsen mobil dunia. Ketidakadilan tersebut dinilai memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan bisnis para produsen mobil.

Pada 2015, pemerintah pusat China telah mengucurkan dana hingga 59 miliar yuan atau sekitar Rp 121 triliun untuk membiayai pembelian mobil-mobil listik dan ramah lingkungan. Sedangkan pada 2016 dan 2017, pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar 83 miliar yuan atau sekitar Rp 170 triliun setiap tahunnya.

Di tahun ini, total sebanyak 700.000 unit mobil listrik telah terjual di China dan diprediksi akan berkembang di tahun depan. Berdasarkan data dari China Association of Automobile Manufacturers, di tahun depan penjualan mobil listrik akan meningkat lebih dari 50 persen atau lebih dari 1 juta unit.

Namun jika program subsidi tersebut dihentikan akankah pasar mobil listrik di China akan berkembang? Pemerintah pusat China sedang menggodok peraturan baru tersebut dan akan segera direalisasikan di tahun depan. [Amo/Ari]

Sumber: Bloomberg


Komentar