5 Tips Melewati Banjir Agar Mobil Tidak Mogok! Share this
Berita Mobil
Mode baca

5 Tips Melewati Banjir Agar Mobil Tidak Mogok!

Ahmad  Richad
pada 01 Maret 2020

JAKARTA - Pada saat musim hujan seperti ini, kendaraan rentan sekali mengalami kerusakan terutama pada saat mobil melewati genangan air.

Apalagi bila kerusakan sampai menyentuh mesin akibat kemasukan air alias water hammer, biaya perbaikan yang tidak sedikit pun harus siap untuk dikeluarkan. Nah, Auto2000 punya tipsnya bagaimana cara mengemudi yang aman saat mobil melintasi banjir, berikut caranya.

1. Perhatikan Tinggi Genangan Air

Tinggi genangan air yang aman adalah maksimal setengah dari tinggi ban mobil lantaran ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin. 

2. Jaga Jarak Aman

Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Oleh sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan. 

3. Jaga Putaran Mesin

Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi. Karena hal ini justru memperbesar daya hisap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer. Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan.

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling. Tahan posisi transmisi di gigi satu, jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum. Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi kesatu atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

4. Keringkan Rem dan Kopling

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 10 detik. Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. 

5. Jangan menyalakan mesin ketika mobil mogok

Saat melewati banjir dan mesin mobil mati, jangan pernah mencoba untuk menyalakan kembali karena ada potensi sudah kemasukan air. Begitu mesin dinyalakan, risiko terkena water hammer akan sangat besar dan ini butuh penanganan yang serius. 

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan fokus saat harus mengemudi di tengah jalan yang banjir, jangan paksakan untuk lewat bila dirasa tidak memungkinkan karena ada risiko kerusakan besar seperti water hammer atau mesin mobil kemasukan air yang butuh biaya besar untuk perbaikan,” kata Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000. [Ric/Idr]


Komentar