47 Pemilik Harley-Davidson Awalnya dari Beli Merchandise Share this
Berita Motor
Mode baca

47 Pemilik Harley-Davidson Awalnya dari Beli Merchandise

Denny Basudewa
pada 10 Desember 2016

Foto: Nusantara Harley-Davidson

JAKARTA – Sebagai dealer resmi pertama Harley-Davidson di Indonesia saat ini, PT Nusantara Moto International mempunyai cara sendiri untuk menggaet calon konsumen.

Sebuah pepatah "hidup berawal dari mimpi" menjadi kiat bagi Nusantara Harley-Davidson mendatangkan konsumen. General Manajer Nusantara Harley-Davidson, I Dewa Made Wirya Atmaja mengatakan, pemilik moge asal Amerika Serikat ini berawal dari hal-hal kecil.

“Saya dapat data global bahwa, 47 persen konsumen awalnya beli merchandise dulu baru beli bisa beli motornya. Dengan bermimpi memiliki harley-Davidson, orang biasanya memulainya dari yang kecil dulu,” ungkap Dewa.

Ia mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke dealernya tidak selalu membeli motor. Beberapa dari konsumen yang sengaja mampir bertujuan untuk membeli barang-barang berbau Harley-Davidson.

Selain mengandalkan merchandise dan aksesori Harley-Davidson, Dewa mengatakan cara lain untuk menggaet calon pembeli adalah test drive. Menurutnya, 11 persen konsumen yang melakukan test ride, berujung melakukan pembelian.

“Satu lagi cara yang kita andalkan untuk menarik konsumen adalah test ride. Cukup banyak orang yang menganggap Harley itu menyeramkan karena berat. Tapi setelah mencobanya langsung, konsumen baru tahu dan merasa yakin,” lanjut Dewa.

Produk-produk yang ditawarkan oleh Nusantara Harley-Davidson sendiri memiliki harga beragam. Motor gede asal negeri Paman Sam ini dijual mulai Rp. 308 juta (Street 500), hingga tipe paling mahal yang ditawarkan dihargai Rp 994,2 juta (Softail Slim S). [Dew/Ikh]


Komentar